BMKG Peringatkan Banjir Rob di Pesisir Indonesia Menjelang Lebaran 2026, Warga Harus Siap Mitigasi Dini

Jumat, 13 Maret 2026 | 10:10:29 WIB
BMKG Peringatkan Banjir Rob di Pesisir Indonesia Menjelang Lebaran 2026, Warga Harus Siap Mitigasi Dini

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir pesisir atau rob menjelang libur Lebaran Idulfitri 2026. Peringatan berlaku untuk periode 12 hingga 27 Maret 2026 di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Fenomena fase Bulan Baru pada 19 Maret dan perigee bulan pada 22 Maret diprediksi menjadi pemicu meningkatnya ketinggian air laut maksimum. Kombinasi kedua fenomena astronomi ini berpotensi menimbulkan banjir rob signifikan di wilayah pesisir.

Wilayah Pesisir Sumatera yang Berisiko

Di Sumatera Utara, daerah pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan berpotensi terdampak rob mulai 18 hingga 23 Maret 2026. Sementara di Sumatera Barat, Kota Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, dan Kepulauan Mentawai diperkirakan terdampak antara 18 hingga 21 Maret 2026.

Pesisir Jambi timur, termasuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, juga berisiko mengalami rob antara 23 hingga 26 Maret 2026. Sedangkan pesisir Lampung seperti Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Timur, dan Lampung Barat diprediksi terdampak pada 21 hingga 25 Maret 2026.

Daerah Pesisir Banten dan Jawa Tengah Terancam

Di Banten, rob berpotensi terjadi di pesisir utara Tangerang, Kecamatan Teluk Naga dan Kosambi pada 24 Maret 2026. Pesisir barat Pandeglang (Labuan) diperkirakan terdampak 21 hingga 25 Maret 2026, sedangkan pesisir selatan Pandeglang dan selatan Lebak berisiko mulai 20 hingga 26 Maret 2026.

Pesisir Jawa Tengah seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, dan Jepara diperkirakan terdampak rob pada dua periode, yakni 12–17 dan 25–27 Maret 2026. Jadwal berbeda ini menyesuaikan dengan prediksi pasang surut air laut di tiap lokasi.

Prediksi Banjir Rob di Pesisir Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara

Pesisir barat Surabaya termasuk Tuban, Lamongan, dan Gresik diperkirakan terdampak rob pada 12–22 Maret 2026. Pesisir Banyuwangi di ujung timur Jawa Timur diprediksi terdampak 20–24 Maret 2026.

Pesisir selatan Bali, meliputi Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana berpotensi mengalami rob pada 19–25 Maret 2026. Sementara itu, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur juga masuk daftar rawan, termasuk Lombok, Bima, Flores, Sumba, Sabu-Raijua, serta Timor-Rote antara 16 hingga 27 Maret 2026.

Ancaman di Pesisir Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku

Pesisir Kalimantan Utara, terutama Tarakan, berisiko rob pada 19–24 Maret 2026. Pesisir Kalimantan Selatan seperti Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, Tanah Laut, Kotabaru, dan Tanah Bumbu berpotensi terdampak pada 12–15 dan 20–27 Maret 2026.

Di Sulawesi Utara, pesisir Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Manado, Manado Tua, Bitung, dan Kema diperkirakan terdampak rob 19–23 Maret 2026. Sementara Maluku mencakup Ambon, Maluku Tengah, Seram bagian timur, Kepulauan Kai, Aru, dan Tanimbar antara 15 hingga 27 Maret 2026.

Fenomena Astronomi Jadi Faktor Penentu

BMKG menegaskan ketinggian pasang air laut maksimum akan meningkat akibat fase Bulan Baru dan perigee. Kedua fenomena ini membuat air laut naik lebih tinggi dari prediksi normal pasang surut.

Kombinasi astronomi dan kondisi lokal pesisir memperbesar risiko rob. Oleh karena itu, masyarakat pesisir diminta waspada dan menyiapkan mitigasi sejak awal.

Persiapan dan Mitigasi Bagi Masyarakat Pesisir

BMKG menyarankan warga pesisir memantau informasi resmi secara rutin. Kesiapsiagaan termasuk menyiapkan tanggul darurat, memindahkan barang berharga ke tempat aman, dan mempersiapkan jalur evakuasi.

Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan posko siaga bencana. Koordinasi dengan BPBD setempat penting agar respons cepat saat rob terjadi.

Peran Masyarakat dalam Mengurangi Dampak

Masyarakat pesisir diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas. Evakuasi dini dan tidak meninggalkan rumah saat air naik adalah langkah kunci mencegah korban jiwa.

Selain itu, warga bisa ikut memantau peringatan BMKG melalui aplikasi resmi dan media sosial. Informasi akurat dapat membantu mengambil keputusan cepat saat rob melanda.

Banjir rob berpotensi melanda wilayah pesisir Indonesia pada 12–27 Maret 2026. Fenomena fase Bulan Baru dan perigee bulan menjadi pemicu utama, sehingga masyarakat pesisir harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan mitigasi dini.

Terkini