LANSKAPBERITA.COM — Sejumlah pria di media sosial membagikan pengalaman memotong bulu mata sendiri demi tampilan lebih maskulin. Praktik ini menuai perdebatan karena berisiko bagi kesehatan mata.
Praktik memotong bulu mata belakangan jadi bahan perbincangan di media sosial. Sejumlah pria mengaku sengaja memangkas bulu matanya agar penampilan terlihat lebih tegas dan maskulin.
Fenomena ini menyebar lewat unggahan sebelum-sesudah di berbagai platform. Pengguna yang mencoba tren tersebut membagikan hasilnya, sebagian memuji, sebagian justru mempertanyakan dampaknya bagi mata.
Alasan di Balik Tren
Bulu mata panjang kerap dianggap memberi kesan feminin. Anggapan itu mendorong sebagian pria memangkasnya demi mendapatkan tampilan yang dinilai lebih jantan.
Namun, bulu mata bukan sekadar elemen penampilan. Fungsinya melindungi mata dari debu, keringat, dan benda asing yang bisa masuk saat beraktivitas.
Risiko yang Mengintai
Memotong bulu mata sendiri berisiko melukai kelopak atau permukaan mata, terutama jika memakai alat yang tidak steril. Luka kecil di area itu bisa memicu infeksi.
Bulu mata juga tumbuh dengan siklus tertentu. Memangkasnya tidak membuat pertumbuhan jadi lebih rapi, malah bisa meninggalkan tampilan tidak rata saat tumbuh kembali.
Dokter mata umumnya menyarankan agar bulu mata tidak dipangkas tanpa alasan medis. Jika ada masalah seperti bulu mata masuk ke mata, penanganan sebaiknya dilakukan tenaga profesional.
Respons Warganet
Reaksi publik terbelah. Sebagian menganggap tren ini sekadar ekspresi gaya dan hak pribadi, sebagian lain mengingatkan bahwa kesehatan mata tidak layak dipertaruhkan demi penampilan sesaat.
Komentar bernada khawatir banyak muncul di kolom unggahan, terutama dari pengguna yang pernah mengalami iritasi setelah mencoba hal serupa.
Hingga kini belum ada data resmi soal berapa banyak pria yang mengikuti tren ini. Yang jelas, tren kecantikan dan perawatan diri pria terus berkembang, dan tiap praktik sebaiknya ditimbang dari sisi manfaat serta risikonya.